Sepi itu sedih, sakit.
Sendiri,tanpa teman di sisi..
Tak ada yang peduli
dengan gundahku saat ini..
Sepi, merajut mimpi dan kenangan
Berharap Lebih pada khayalan
Memeluk Erat Kedamaian
Menyelami Kebersamaan yang telah lalu
Tapi inilah keadaan yang harus dihadapi,
Sunyi tanpa berbagi
Bersiaplah datangnya badai yang menyakiti jiwa
Setiap kita mungkin pernah merasa sendiri.Merasa kesepian di tengah
ramainya dunia.Di tengah kesibukan yang melanda. Jika rasa itu hanya
hadir sesekali, sepertinya itu adalah hal yang wajar. Tetapi bagaiman
jika rasa itu hadir begitu lama di hati kita? Mengapa sepi itu hadir?
Ketika seseorang merasa membutuhkan teman untuk berbagi tetapi
sepertinya tak ada satu pun yang peduli. Tapi benarkah demikian?
Sudahkah kita mencoba membuka diri kita pada orang lain?
Jangan-jangan itu hanya perasaan kita saja, prasangka buruk kita
terhadap teman2 kita. Tapi, apakah kita harus berbagi dengan orang
yang belum tentu bisa dipercaya? Hm.. kita bisa memulainya untuk
menceritakan hal2 yang bersifat tidak pribadi dulu dan minta dia
merahasiakannya. Kemudian lihat respon dia dan tindakannya. Hal itu
akan membantu kita melihat apakah ia bisa dipercaya dan asik
dijadikan tempat berbagi. Kesepian itu sebenarnya juga bisa diusir
dengan menghadirkan hati dan pikiran di setiap aktivitas yang kita
jalankan. Berkontribusilah secara maksimal pada setiap organisasi
atau aktivitas yang kita terlibat di dalamnya. Temukan banyak orang
dengan berbagai karakter yang unik. Temukanlah pribadi yang paling
tepat untuk dijadikan teman dekat. Tak kunjung menemukan? jangan
putus asa. Terus mencari. Dengan mencari saja sulit didapat, apalagi
hanya berpangku tangan? Tak menemukan juga? La tahzan, Jangan
bersedih..mungkin Allah hendak menjadikan dirimu sesosok pribadi yang
kuat, yang tangguh menghadapi kerasnya hidup ini seorang diri hingga
kau temukan sang teman sejati. Bersabarlah menanti saatnya berbuka.
Layaknya seseorang yang sedang berpuasa , tak ada kebahagiaan
melebihi saat berbuka. Demikian pula dengan puasa menahan diri hingga
dirimu mampu untuk menyempurnakan separuh dien. Wahai Sang Pemilik
Kekuatan, berilah kami kekuatan menjalankan semua ini. Duhai Sang
Pembolak-balik hati, tetapkanlah hati kami dalam dien-Mu dan ketaatan
kepadaMu. ya Allah..berikanlah kami keikhlasan hati menerima segala
ketentuanMu. Keep fighting, friends!!Innallaha ma’ana