Susi is Here…

Agustus 14, 2008

Sepi

Filed under: Migration, other blog — susirahmawati @ 3:03 am

Sepi itu sedih, sakit.
Sendiri,tanpa teman di sisi..
Tak ada yang peduli
dengan gundahku saat ini..
Sepi, merajut mimpi dan kenangan
Berharap Lebih pada khayalan
Memeluk Erat Kedamaian
Menyelami Kebersamaan yang telah lalu
Tapi inilah keadaan yang harus dihadapi,
Sunyi tanpa berbagi
Bersiaplah datangnya badai yang menyakiti jiwa

Setiap kita mungkin pernah merasa sendiri.Merasa kesepian di tengah

ramainya dunia.Di tengah kesibukan yang melanda. Jika rasa itu hanya

hadir sesekali, sepertinya itu adalah hal yang wajar. Tetapi bagaiman

jika rasa itu hadir begitu lama di hati kita? Mengapa sepi itu hadir?

Ketika seseorang merasa membutuhkan teman untuk berbagi tetapi

sepertinya tak ada satu pun yang peduli. Tapi benarkah demikian?

Sudahkah kita mencoba membuka diri kita pada orang lain?

Jangan-jangan itu hanya perasaan kita saja, prasangka buruk kita

terhadap teman2 kita. Tapi, apakah kita harus berbagi dengan orang

yang belum tentu bisa dipercaya? Hm.. kita bisa memulainya untuk

menceritakan hal2 yang bersifat tidak pribadi dulu dan minta dia

merahasiakannya. Kemudian lihat respon dia dan tindakannya. Hal itu

akan membantu kita melihat apakah ia bisa dipercaya dan asik

dijadikan tempat berbagi. Kesepian itu sebenarnya juga bisa diusir

dengan menghadirkan hati dan pikiran di setiap aktivitas yang kita

jalankan. Berkontribusilah secara maksimal pada setiap organisasi

atau aktivitas yang kita terlibat di dalamnya. Temukan banyak orang

dengan berbagai karakter yang unik. Temukanlah pribadi yang paling

tepat untuk dijadikan teman dekat. Tak kunjung menemukan? jangan

putus asa. Terus mencari. Dengan mencari saja sulit didapat, apalagi

hanya berpangku tangan? Tak menemukan juga? La tahzan, Jangan

bersedih..mungkin Allah hendak menjadikan dirimu sesosok pribadi yang

kuat, yang tangguh menghadapi kerasnya hidup ini seorang diri hingga

kau temukan sang teman sejati. Bersabarlah menanti saatnya berbuka.

Layaknya seseorang yang sedang berpuasa , tak ada kebahagiaan

melebihi saat berbuka. Demikian pula dengan puasa menahan diri hingga

dirimu mampu untuk menyempurnakan separuh dien. Wahai Sang Pemilik

Kekuatan, berilah kami kekuatan menjalankan semua ini. Duhai Sang

Pembolak-balik hati, tetapkanlah hati kami dalam dien-Mu dan ketaatan

kepadaMu. ya Allah..berikanlah kami keikhlasan hati menerima segala

ketentuanMu. Keep fighting, friends!!Innallaha ma’ana

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Tema: Banana Smoothie. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.